Kamis, 05 Mei 2011

KONDISI SOSIAL MASYARAKAT ARAB PRA-ISLAM



KONDISI SOSIAL MASYARAKAT ARAB PRA-ISLAM
MAKALAH INI DI BUAT UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM

logo
DISUSUN OLEH :
MUHAMMAD NUR FADHLI (10410088)
MOHAMMAD MIZAN (06410148)
PAI-C
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
2011


KATA PENGANTAR


Dengan segala kerendahan dan keikhlasan hati, puji syukur kehadirat Allah SWT. Karena dengan rahmat dan rahim-Nya yang telah dilimpahkan, taufiq dan hidayah-Nya dan atas segala kemudahan yang telah diberikan sehingga penyusunan makalah KONDISI SOSIAL MASYARAKAT ARAB PRA-ISLAM  dapat terselesaikan.
Shalawat terbingkai salam semoga abadi terlimpahkan kepada sang pembawa risalah kebenaran yang semakin teruji kebenarannya baginda Muhammad SAW, keluarga dan sahabat-sahabat, serta para pengikutnya. Semoga syafa’atnya selalu menyertai kehidupan ini.
Setitik harapan dari penulis, semoga makalah ini dapat bermanfaat serta bisa menjadi wacana yang berguna. Penulis menyadari keterbatasan yang penulis miliki, untuk itu, penulis mengharapkan dan menerima segala kritik dan saran yang membangun demi perbaikan dan penyempurnaan makalah ini.


Yogyakarta, 5 April 2011
                                                                                                               Penyusun








BAB 1 PENDAHULUAN
A.Latar Belakang

Negeri Arab menjadi tempat lahirnya Islam dan sebagai tempat berdirinya Negara Islam, sudah seharusnya kita dapat mengetahui bagaimana kondisi sosial masyarakat yang ada di Arab. Baik setelah Nabi Muhammad lahir maupun ketika masa sebelum islam atau pra-islam. Masa pra-islam di Arab lebih dikenal dengan nama zaman jahiliyah atau zaman kebodohan, dimana pada masa itu masyarakat Arab banyak melakukan perbuatan-perbuatan  terkutuk. Namun bukan berarti bangsa Arab tidak memiliki tradisi terpuji, masyarakat Arab sangat menghormati tamu dan bersifat pemberani. Mereka sudah biasa pergi jauh sendiri menjelajahi jazirah Arab melewati gurun-gurun pasir yang sangat panas hanya dengan membawa pedang.

Tanah Arab di diami oleh dua kelompok bangsa Arab, yaitu: Bangsa Arab Badawi (kampong) dan Bangsa Arab kota. Bangsa Arab Badawi adalah Bangsa yang tinggal di padang pasir. Sedangkan Bangsa Arab kota adalah penduduk Arab yang tinggal di kota-kota yang aktif dengan pertanian dan perdagangan[1].

B.Rumusan Masalah
1.Gambaran Bangsa Arab sebelum islam
2.Bagaimana kondisi sosial masyarakat Arab sebelum islam
C.Tujuan Penulisan
1.Memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Kebudayaan Islam
2.Menjawab rumusan masalah
3.Salah satu sarana menambah wawasan bagi mahasiswa

D.Metode Penulisan
Menggunakan metode kepustakaan dengan cara mengkaji buku-buku yang relevan.
BAB 2 PEMBAHASAN
Bisa dikatakan bahwa sejarah bangsa Arab Kuno hampir tidak dikenal sama sekali, hal ini karena masyarakat Arab sebelum Islam bersifat kesukuan dan tidak ada nya kesatuan politik. Selain itu masyarakat Arab tidak mengenal tulisan, kecuali masyarakat yang berada di jazirah Arab Selatan, seperti masyarakat kerajaan saba’ dan ma’in[2]. Negeri Arab  secara geografis terletak di barat daya Asia. Merupakan semenanjung yang dikelilingi laut dari tiga arah, yakni laut merah, samudra hindia, dan teluk Persia. Bangsa Arab menamakan negeri mereka dengan Jazirah Arab.
Negeri Arab pada umumnya adalah padang pasir.tetapi bukan berarti semua Jazirah Arab adalah padang pasir. Berdasarkan kondisi alamnya, para ahli sepakat membagi Jazirah Arab menjadi lima wilayah[3], yakni Tihamah,Hijaz, Nejed, Yaman, dan Al-Arudh.
Tanah arab di diami oleh dua kelompok bangsa Arab, yaitu : Bangsa Arab Badawi (kampong) dan Bangsa Arab kota. Bangsa Arab Badawi adalah Bangsa yang tinggal di padang pasir. Sedangkan Bangsa Arab kota adalah penduduk Arab yang tinggal di kota-kota yang aktif dengan pertanian dan perdagangan[4].

Masyarakat Arab adalah suatu masyarakat yang memiliki system yang baku dalam perkawinan. Mayoritas mereka baru memperistri seorang wanita sesudah mendapat restu keluarga pihak istri.
Di antara perilaku buruk masyarakat Arab Jahiliyah adalah menanam bayi perempuan hidup-hidup (wa’dul banat) karena takut hinaan atau noda. Hanya saja tradisi ini tidak memasyarakat di seluruh bangsa Arab. Motif lain dari penanaman bayi perempuan hidup-hidup di kalangan masyarakat kelas bawah adalah karena takut jatuh miskin, terutama di lingkungan masyarakat Bani Asad dan Tamim. Perlakuan terhadap anak laki-laki adalah penuh kasih sayang, kecuali sebagian kecil di lingkungan masyarakat miskin anak laki-laki juga di bunuh[5].
Sedangkan saudara dan keponakan dalam tradisi pada masyarakat Arab Jahiliyah akan selalu ditolong dan dibela baik dalam posisi benar maupun salah. Solidaritas antar sesama anggota satu kabilah sangat kuat,sedang perasaan tersebut terhadap kabilah lain tidak ada. Tenaga mereka habis untuk berperang, oleh karena dua hal: bersaing memperebutkan sarana penghidupan, seperti padang rumput dll dan bersaing memperebutkan kehormatan dan kursi kepemimpinan.
Fase kehidupan bangsa Arab tanpa bimbingan wahyu Ilahi dan hidayah sangatlah panjang. Oleh sebab itu, di antara mereka banyak ditemukan tradisi yang sangat buruk. Berikut ini adalah contoh beberapa tradisi buruk masyarakat Arab Jahiliyah.
1.      Perjudian atau maisir. Ini merupakan kebiasaan penduduk di daerah perkotaan di Jazirah Arab, seperti Mekkah, Thaif, Shan’a, Hijr, Yatsrib, dan Dumat al Jandal.
2.      Minum arak (khamr) dan berfoya-foya. Meminum arak ini menjadi tradisi di kalangan saudagar, orang-orang kaya, para pembesar, penyair, dan sastrawan di daerah perkotaan.
3.      Nikah Istibdha’, yaitu jika istri telah suci dari haidnya, sang suami mencarikan untuknya lelaki dari kalangan terkemuka, keturunan baik, dan berkedudukan tinggi untuk menggaulinya.
4.      Mengubur anak perempuan hidup-hidup jika seorang suami mengetahui bahwa anak yang lahir adalah perempuan. Karena mereka takut terkena aib karena memiliki anak perempuan.
5.      Membunuh anak-anak, jika kemiskinan dan kelaparan mendera mereka, atau bahkan sekedar prasangka bahwa kemiskinan akan mereka alami.
6.      Ber-tabarruj (bersolek). Para wanita terbiasa bersolek dan keluar rumah sambil menampakkan kecantikannya, lalu berjalan di tengah kaum lelaki dengan berlengak-lenggok, agar orang-orang memujinya.
7.      Lelaki yang mengambil wanita sebagai gundik, atau sebaliknya, lalu melakukan hubungan seksual secara terselubung.
8.      Prostitusi. Memasang tanda atau bendera merah di pintu rumah seorang wanita menandakan bahwa wanita itu adalah pelacur.
9.      Fanatisme kabilah atau kaum.
10.  Berperang dan saling bermusuhan untuk merampas dan menjarah harta benda dari kaum lainnya. Kabilah yang kuat akan menguasai kabilah yang lemah untuk merampas harta benda mereka.
11.  Orang-orang yang merdeka lebih memilih berdagang, menunggang kuda, berperang, bersyair, dan saling menyombongkan keturunan dan harta. Sedang budak-budak mereka diperintah untuk bekerja yang lebih keras dan sulit.



BAB 3 PENUTUP
Kesimpulan
Pada masa sebelum islam di Arab kondisi sosial masyarakatnya sangat memprihatinkan. Banyak terdapat tradisi-tradisi yang menyimpang. Maraknya perjudian, peperangan, perzinaan, pembunuhan, dll. Sehingga pada masa ini dikenal dengan sebutan zaman jahiliyah (kebodohan). Pada era globalisasi sekarang ini, nilai-nilai dan sistem sekuler dapat masuk dengan mudah dan menyingkirkan nilai-nilai islami sebagaimana yang Rasulullah ajarkan. Akibatnya, banyak orang di sebagian belahan dunia yang pola hidupnya serupa atau telah kembali kepada masa Jahiliyah. Banyak orang yang cerdas dan jenius dengan ilmu pengetahuannya yang malah menjauh dari agamanya, menghalalkan hal-hal yang haram demi keuntungan pribadi, saling bermusuhan dan penindasan terhadap yang lebih lemah, tidak bersyukur atas nikmat Tuhan, banyak perjudian, mabuk-mabukan, pornografi, memamerkan kecantikan atau ketampanan, mempermainkan dan meremehkan pernikahan, aborsi, prostitusi, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, era sekarang ini bisa juga dikatakan sebagai zaman ‘Jahiliyah ke-2’


DAFTAR PUSTAKA
Ibrahim, Hasan.Sejarah dan Kebudayaan Islam.Jakarta: Kalam Mulia, 2006.
Karim, Abdul.Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam.Yogyakarta: Pustaka Book Publisher, 2007.
Maryam, Siti.Sejarah Peradaban Islam.Yogyakarta: LESFI,2003.
Hamka.Sejarah Umat Islam.Jakarta: Bulan Bintang,1975.

.







[1] Hasan Ibrahim : Sejarah dan Kebudayaan Islam(Kalam Mulia, 2006),hal 113-114


[2] Ibid, hal 1
[3] Ibid, hal 6
[4] Hasan Ibrahim : Sejarah dan Kebudayaan Islam(Kalam Mulia, 2006),hal 113-114


[5] Ibid, hal 116

RESENSI BUKU PSIKOLOGI PENDIDIKAN



RESENSI BUKU PSIKOLOGI PENDIDIKAN
IDENTITAS BUKU
JUDUL BUKU                        : PSIKOLOGI PENDIDIKAN
PENYUSUN                            : SUGIHARTONO Dkk.
PENERBIT                              : UNY Press
KOTA TERBIT            : YOGYAKARTA
TAHUN TERBIT         : 2007
TEBAL BUKU            :192 lembar
ISBN                            : 979-8418-00-X


Buku Psikologi Pendidikan yang disusun oleh Sugiarto dkk adalah buku pegangan bagi mahasiswa yang menempuh study di UNY untuk mata kuliah Psikologi. Buku ini berisi tentang semua materi mata kuliah Psikologi mulai dari pengertian psikologi, pendidikan , psikologi pendidikan, dll. Buku ini sangat dianjurkan untuk dibaca bagi mahasiswa jurusan psikologi maupun mahasiswa jurusan pendidikan. Buku ini berhasil merekam jejak pendidikan psikologi. Sebuah ilmu yang berusaha memadukan keunggulan ilmu psikologi dan ilmu pendidikan. Sekaligus mempelajaripenerapan teori-teori psikologi dalam bidang pendidikan. Dengan memunculkan gagasan pelbagai tokoh yang intens membahas tentang psikologi pendidikan, buku ini terasa mengakar dan layak dijadikan referensi untuk perkembangan dunia pendidikan kejiwaan.


RESENSI BUKU
RESENSI  INI DI BUAT UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH PENGANTAR PSIKOLOGI

logo

NAMA : MUHAMMAD NUR FADHLI
NIM : 10410088
1 – PAI – 5
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
2011

MOTIVASI


MOTIVASI
MAKALAH INI DI BUAT UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH PENGANTAR PSIKOLOGI


NAMA : MUHAMMAD NUR FADHLI
NIM : 10410088
1 – PAI – 5
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
2010
BAB 1
PENDAHULUAN
A . LATAR BELAKANG
Tukang becak bermandi peluh menarik penumpang di panas terik matahari. Seorang petani mencangkul tanah di sawah di bawah terik matahari yang menyengat tubuhnya. Seorang mahasiswa rajin belajar dari pagi sampai sore bahkan sampai malam . Jika kita renungkan timbul pertanyaan dalam diri kita, mengapa mereka melakukan hal itu ? Apakah yang mendorong mereka melakukan hal itu ? Kita sering tidak menyadari dan memperhatikan perbuatan mereka. Juga terhadap terhadap diri kita sendiri agaknya kita sering kali tidak menghiraukannya. Padahal jika di renungkan banyak hal – hal yang menakjubkan dan sangat menarik bagi kita. Selanjutnya dorongan tersebut oleh orang biasa di sebut dengan MOTIVASI. Beberapa orang percaya bahwa motivasi dapat mempengaruhi kesuksesan mereka. Kesuksesan adalah impian setiap orang. Untuk mencapai kesuksesan tersebut, pasti diperlukan suatu motivasi untuk sukses yang kuat. Motivasi sukses yang kuat bisa kita ambil dari kisah kesuksesan orang lain. Dengan kisah – kisah sukses seseorang, maka kita bisa mengambil pelajaran dan motivasi penting yang dapat kita aplikasikan dalam kehidupan kita. Tetapi motivasi bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi tingkat prestasi seseorang ,ada faktor lain yang terlibat, misalnya : kemampuan individu atau perseorangan , pemahaman tetap perilaku untuk mencapai prestasi yang tinggi atau persepsi peran (role perception).
B. RUMUSAN MASALAH

Rumusan masalah dari makalah yang saya buat adalah sebagai berikut :
1. Apa definisi motivasi  ?
2. Darimana motivasi timbul ?
3. Apa saja penggolongan motivasi ?
4. Apa saja klasifikasi motivasi ?
5. Apa fungsi motivasi ?
6. Apa tujuan motivasi ?
7.. Apa bedanya motif dengan motivasi ?
8.  Apa saja teori motivasi ?



C. TUJUAN PENULISAN

Tujuan dan manfaat dari pembuatan makalah ini, yaitu:
1. Untuk memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah Pengantar Psikologi
2. Untuk menjawab rumusan masalah yang ada.              
3. Salah satu sarana menammbah wawasan bagi mahasiswa














D. METODE PEMBAHASAN
Metode pembahasan yang digunakan dalam pembentukan makalah ini yaitu dengan menjabarkan secara rinci mengenai berbagai teori motivasi dan hal- hal yang berhubungan dengan motivasi. Dalam pembahasannya diawali dengan mencari data yang mendukung tentang motivasi melalui kajian pustaka dan pencarian data di internet, kemudian setelah itu merumuskan data yang sudah didapat dan membahasnya sesuai dengan rumusan masalah yang ada.














BAB 2
PEMBAHASAN
MOTIVASI

PENGERTIAN MOTIVASI
Motivasi menurut Sumadi Suryabrata[1] adalah keadaan yang terdapat dalam diri seseorang yang mendorong untuk melakukan aktivitas tertentu guna pencapaian suatu tujuan. Gates[2] dan kawan – kawan mengemukakan bahwa motivasi adalah suatu kondisi psikologis dan fisiologis yang terdapat dalam diri seseorang yang mengatur tindakan dengan cara tertentu. Adapun Grenberg[3] menyebutkan bahwa motivasi adalah proses membangkitkan , mengarahkan , dan memantapkan perilaku arah suatu tujuan. Dari tiga devinisi tersebut dapat di simpulkan bahwa motivasi adalah kondisi fisiologis dan psikologis yang terdapat dalam diri seseorang yang mendorongnya melakukan aktivitas tertentu guna mencapai tujuan. Selain itu motivasi dapat di definisikan sebagai proses dimana kebutuhan-kebutuhan mendorong seseorang untuk melakukan serangkaian kegiatan yang mengarah ke tercapainya tujuan tertentu. Dengan kebutuhan dimaksudkan suatu keadaan dalam diri (internal state) yang menyebabkan hasil-hasil atau keluaran –keluaran tertentu menjadi menarik. Misalnya, rasa haus menyebabkan kita tertarik pada air segar.
 Motivasi timbul dan tumbuh dengan jalan :
1. Dari dalam diri individu itu sendiri (intrinsik)
2. Dari lingkungan (ekstrinsik)
: Motivasi dapat di golongkan menjadi :
1. Motif primer atau motif dasar
    a) dorongan fisiologis
    b) dorongan umum dan motif darurat
2. Motif sekunder
   a) takut yang di pelajari
   b) motif-motif social
   c) motif-motif objektif dan interest
   d) maksud (purpose) dan aspirasi
   e) motif berprestasi
Selain itu menurut para ahli psikologi motivasi dapat di klasifikasikan menjadi :
1. Sartain[4] membagi motif-motif menjadi dua golongan sebagai berikut :
a) physiological drive
physiological drive  ialah dorongan yang bersifat fisiologis atau jasmaniah, seperti     lapar haus , sex , dan sebagainya.
b) social motives
social motives ialah dorongan yang ada hubungannya dengan manusia yang lain dalam masyarakat, seperti dorongan estetis, etika, dan sebagainya.
2. Woodwoth[5] mengadakan klasifikasi motif-motif sebagai berikut :
a) Unlearned motives (motif pokok yang tidak di pelajari)
Unlearned motives adalah motif yang timbul akibat kekurangan-kekurangan atau kebutuhan-kebutuhan dalam tubuh, seperti : lapar, haus, sakit, dan sebagainya.
b) Learned motives (motif yang di pelajari)
Learned motives adalah motif yang harus di pelajari .
Setelah itu Woodworth kemudian menggolongkan motif-motif itu menjadi tiga golongan :
  1. Kebutuhan-kebutuhan organis, yakni motif-motif yang berhubungan dengan dalam tubuh, seperti: lapar, haus, dan lain-lain.
  2. Motif yang timbul sekonyong-konyong (emergency motives), adalah motif-motif yang timbul jika situasi mendesak, seperti: motif melarikan diri dari bahaya, dan lain-lain.
  3. Motif  objektif ,ialah motif yang diarahkan atau di tujukan ke tujuan tertentu (objek) disekitar kita. Motif ini timbul karena adanya dorongan dari dalam diri kita (kita menyadarinya). Contoh motif menyelidiki, menggunakan lingkungan.

Emergency motives dan objective motives adalah motif yang tergantung pada hubungan-hubungan lingkungan dengan lingkungannya.

FUNGSI DARI MOTIVASI
a)      Mendorong manusia untuk berbuat atau bertindak. Motif itu berfungsi sebagai penggerak atau sebagai motor yang memberikan energi untuk berbuat sesuatu.
b)      Menentukan arah perbuatan . Yakni kearah perwujudan suatu tujuan atau cita-cita.
c)      Menyeleksi perbuatan kita. Artinya menentukan perbuatan mana yang akan dilakukan, yang serasi, guna mencapai tujuan dan menyampingkan perbuatan yang tak bermanfaat.


TUJUAN MOTIVASI
Secara umum tujuan motivasi adalahuntuk menggerakkan atau menggugah seseorang agar timbul keinginan dan kemauan untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil atau tujuan tertentu.

PERBEDAAN MOTIF DENGAN MOTIVASI
Pengertian motif[6] dan motivasi memang hampir sama. Motif menunjukkan suatu dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut mau bertindak melakukan sesuatu.Sedangkan motivasi adalah pendorongan suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan.
TEORI-TEORI MOTIVASI
  1. Model Tradisional oleh Frederick Taylor dan madzab manajemen ilmiah
  2. Model SDM oleh MCGregor dan Moslow melontarkan kritik pada model hubungan  manusia
  3. Model Hubungan manusia oleh Elton Mayo dan peneliti lainnya
TEORI KEPUASAN
A. Abraham H.Moslow
     ada dua prinsip yang dibutuhkan yaitu
  1. Kebutuhan manusia disusun dalam kebutuhan rendah sampai tinggi .
  2. Suatu kebutuhan yang telah terpuaskan berhenti menjadi motivasi utama dari perilaku,diganti kebutuhan selanjutnya yang dominan walau kebutuhan telah terpuaskan ,kebutuhan itu masih mempengaruhi perilaku dan tidak hilang hanya intensitasnya kecil.
Maslow menguraikan dua tipe kebutuhan akan penghargaan keinginan akan prestasi .Keinginan akan prestasi untuk mencapai dan kompetensi serta keinginan pada pekerjaannya
B. John W. Atkinson
Dorongan untuk mencapai dan perilaku kewirausahaan bahwa semua orang dewasa yang sehat mempunyai cadangan energi potensial.
Perjuangan seseorang untuk mencapai tersebut adalah:
   1.Kekuasaan motif atau kebutuhan dasar untuk terlibat
   2.Harapan keberhasilan untuk bertekad pada tujuan(peluang untuk tersedia).
Mengaitkan perilaku dan prestasi ,tiga dorongan dasar sangat berlainan disetiap orang.
1.kebutuhan pencapaian (Need for achievmant)
2.kebutuhan kekuasaan (Need for power)
3.kebutuhan afiliasi (Need for affilation)
Dan jika suatu kerja bersahabat harus bekerja sendiri maka kebutuhan akan affiliasi tak terpenuhi ditempat kerja dan motivasi untuk bekerja mungkin rendah.
C.Frederick Herzeberg
Pendekatan dua faktor terhadap motivasi kerja,bahwa kepuasan dan ketidakpuasan berasal dari dua faktor
1.Penyebab kepuasan (Satiesfies)
2.Penyebab pemeliharan ketidak puasan (Dissatisfies)
D.David Mcclelland
Bahwa kebutuhan ada korelasi positif antara kebutuhan berprestasi dengan prestasi dan sukses pelaksanaan,beberapa karakter yang menarik :
1.Menyukai tanggung jawab untuk memecahkan masalah
2,Cenderung menetapkan tujuan cukup dan berani mengambil resiko
3.Mementingkan umpan balik yang kongkret bagi mereka yang berprestasi


TEORI PENGUKUHAN
Teori pengukuhan berhubungan dengan teori belajar operant conditioning dari skinner. Teori ini mempunyai dua aturan pokok : aturan yang berhubungan dengan pemerolehan jawaban-jawaban yang benar, dan aturan pokok lainnya berhubungan dengan penghilangan jawaban-jawaban yang salah.
Pemerolehan dari suatu perilaku menuntut adanya suatu pengukuhan sebelumnya. Pengukuhan dapat terjadi positif (pemberian ganjaran untuk satu jawaban yang diinginkan) atau negati ( menghilangkan satu rangsang aversif jika jawaban yang diinginkan telah diberikan), tetapi organisme harus membuat kaitannya antara aksi atau tindakannya dengan akibat-akibatnya.

Beberapa teori pengukuhan :
A .B.F SKINNER
Teori pembentukan perilaku (operant condition)/Behavior modification/positive renceforcement/skinner conditioning.Pendekatan ini didasarkan atas hukum pengaruh (Low Of Effisien),proses pembentukan perilaku secara sederhana digambarkan rangsangan → tanggapan →konsekuensi →tanggapan diwaktu yang akan datang.mengenai konsekuensi yang mempengaruhi perilaku seseorang adalah penting dengan perilaku tersebut .
Pengukuhan yang ditawarkan terpisah jauh jarak waktu dan efektif dengan memberi penghargaan atas perilaku yang diinginkan dibanding hukuman bagi perilaku yang diinginkan .
B .W.Calay Hammer
Pedoman penggunaan teknik- teknik pembentukan perilaku /teori belajar (learning teori),yaitu
1.Pemberian penghargaan tidak sama
2.Tanggapan kegagalan
3.Cara mendapat penghargaan
4.Cara yang sah untuk dilakukan
5.Tidak memberi hukuman didepan pekerja lain
6.Adil
C.Nodles – Lowler → pengaharapan hasil ,perilaku kerja untuk memotivasi bawahan dan implikasi bagi organisasi.
Bagi manajer:
1. pemberian penghargaan
2. penentuan prestasi
3. tingkat prestasi
4. penghargaan dan prestasi
5. faktor-faktor analisis yang brelawanan dengan efektifitas penghargaan
6. penentuan penghargaan
Bagi Organisasi
1. perlu rancangan organisasi yang mereka berikan
2. pekerjaan sebagai pemberian penghargaan
3. atasan sebagai peran penting.

TEORI PROSES
TEORI PENGHARAPAN (expectancy theory) individu akan menjadi pelaksana dengan prestasi tinggi bila mereka melihat:
1.Suatu kemungkinan (probabilitas) tinggi bahwa usaha mereka akan mengarah pada prestasi yang tinggi
2.Suatu probabilitas tinggi → mengarah hasil menguntungkan
3.Bahwa hasil-hasil tersebut menjadi keseimbangan ,penari efektif
A. Victor Vroom dikenal sebagai teori nilai → pengharapan vroom
Motivasi = pengharapan bahwa peningkatan usaha akan mengarah ke peningkatan balas jasa
B.Porter – Lowler dengan versi orienttasi masa mendatang ,dan juga antisipasi tanggapan /hasil-hasil.

TEORI PENETAPAN TUJUAN ( goal setting theory)
Locke mengusulkan model kognitif, yang dinamakan teori tujuan, yang mencoba menjelaskan hubungan-hubungan antara niat dengan perilaku.
Teori ini secara relatif lempang dan sederhana. Aturan dasranya ialah penetapan dari tujuan-tujuan secara sadar. Menurut Locke, tujuan –tujuan yang cukup sulit khusus dan yang pernyataannya jelas dan dapat diterima oleh tenaga kerja, akan menghaislkan unjuk-kerja yang lebih tinggi daripada tujuan-tujuan yang taksa, tidak khusus, dan yang mudah dicapai. Teori tujuan, sebagaimana dengan teori keadilan didasarkan pada dasar intuitif yang solid. Penelitian-penelitian yang didasarkan pada teori ini menggambarkan kemanfaatannya bagi organisasi.

TEORI HARAPAN
Sejak dikembangkan oleh Vroom, teori harapan dikembangkan kebih lanju oleh ahli lain, antara lain oleh Poerter dan Lawler. Dalam pembahasan teori harapan selanjutnya akan dikemukakan teori harapan yang dikembangkan oleh Lawler berdasarkan pengembangan lebih lanjut dari model model Porter-Lawler (1968), sebagaimana disajikan oleh Siegel dan Lane (1982).
Model teori harapan dari Lawler mengajukan empat asumsi :
1. Orang yang mempunyai pilihan-pilihan antara berbagai hasil keluaran yang secara potensial dapat mereka gunakan. Dengan perkataan lain, setiap hasil keluaran alternatif mempunyai harkat (valence=V), yang mengacu pada ketertarikannya bagi seseorang. Hasil keluaran alternatif juga disebut tujuan-tujuan pribadi (personal goals), dapat disadari atau tidak disadari oleh yang bersangkutan. Jika disadari, maknanya serupa dengan penetapan tujuan-tujuan. Jika tidak disadari, motivasi kerjanya lebih bercorak reaktif.
2. Orang mempunyai harapan-harapan tentang kemungkinan bahwa upaya (effort=E) mereka akan mengarah ke perilaku unjuk-kerja (performance=P) yang dituju. Ini diungkapkan sebagai harapan E-P.
3. Orang mempunyai harapan-harapan tentang kemungkinan bahwa hasil-hasil keluaran (outcomes=O) tertentu akan diperoleh setelah unjuk-kerja (P) mereka. Ii diungkapkan dalam rumusan harapan P-O.
4. Dalam setiap situasi, tindakan-tindakan dan upaya yang berkaitan dengan tindakan-tindakan tadi yang dipilih oleh seseorang untuk dilaksanakan ditentukan oleh harapan-harapan (E-P, dan P-O) dan pilihan pilihan yang dipunyai orang pada saat itu.
Model harapan dari Lawler menyatakan bahwa besar kecilnya motivasi seseorang dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :
Indeks motivasi = jml { (E-P) x jml [(P-O)(V)]}
Menurt Lawler, faktor-faktor yang menentukan E-P (kemungkinan besarnya upaya menyebabkan tercapainya unjuk-kerja yang diinginkan) ialah harga diri atau kepercayaan diri, pengalaman lampau dalam situasi serupa, situasi sekarang yang aktual, komunikasi (informasi dan persepsi) dari orang lain. Misalnya P, unjuk kerja yang diinginkan adalah nilai A untuk mata ujian psikologi. Kepercayaan diri anda besar akan kemampuan menguasai mata pelajaran ini. Pengalaman yang lampau menunjukkan bahwa jumlah 20 jam diperlukan mempelajari bahan mata ujian yang diperkirakan sama beratnya. Laam ujian dua jam, sama dengan mata ujian lainnya. Persepsi orang lain terhadap anda ialah bahwa anda mampu menguasai bahan psikologi industri. Anda mempunyai pilihan untuk mencapai nilai A, B, atau C. jika ingin mendapat nilai A, maka anda akan menyediakan waktu belajar selama 20 jam untuk mempelajari bahan psikologi .
Besar kecilnya harapan P-O ( sebesar apa kemungkinannya untuk mendapat berbagai hasil keluaran jika mencapai unjuk kerja tertentu) juga ditentukan oleh berbagai faktor, yaitu penga;laman yang lalu dalam situasi yang serupa, ketertarikan dari hasil keluaran, kepercayaan dalam kendali internal melawan eksternal.

TEORI KEADILAN(equity theory)
Teori keadilan yang dikembangkan oleh Adams bersibuk diri dengan memberi batasan tentang apa yang dianggap adil atau wajar oleh orang dalam kebudayaan kita ini, dan dengan reaksi-reaksi ereka kalau berada dalam situasi-situasi yang dipersepsikan sebagai tidak adil / wajar.
Salah satu asumsi dari Adams adalah bahwa jika orang melakukan pekerjaanya dengan imbalan gaji/ penghasilan, mereka memikirkan tentang apa yang mereka berikan pada pekerjaanya (masukan) dan apa yang mereka terima untuk keluaran kerja mereka.

BAB 3
KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwa Motif adalah dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu.Sedangkan motivasi adalah pendorongan suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar tergerak hatinya untuk bertindak mencapai hasil atau tujuan. Motivasi dapat timbul dari dalam diri sendiri (intrinsic) dan dari orang lain atau lingkungan (ekstrinsik). Motivasi secara umum dapat digolongkan menjadi : motif primer atau motif dasar dan motif sekunder.Motivasi memiliki fungsi untuk mendorong manusia untuk berbuat atau bertindak, menentukan arah perbuatan, dan menyeleksi perbuatan kita.Selain itu motivasi mempunyai tujuan untuk mendorong manusia untuk bertindak sesuatu.










BAB 4
DAFTAR PUSTAKA
  1. Purwanto. M Ngalim. 1992. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya
  2. Djaali. Prof.Dr H. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta : PT Bumi Aksara
  3. Syamsudin. Abin. dan Makmun. 1992. Psikologi Kependidikan. Bandung. PT Remaja Rosdakarya
  4. http ://www.wikipedia.com//
  5. http : //www.google.com//






[1] Sumardi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Rajawali, 1984), hlm 70)
[2] Arthur J, Gates, et. al.,Educational Psychologi , (New York: The MacMilan Company,1954), hlm 301
[3]  Greenberg, Jerald, Managing Behaviors in Organizations, (New York: Prentice Hall, 1996) hlm, 62-93
[4] Ngalim Purwanto,Psikologi Pendidikan, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 1992) , hlm 62
[5] Ngalim Purwanto,Psikologi Pendidikan, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 1992),hlm 62
[6] Ngalim Purwanto,Psikologi Pendidikan, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 1992),hlm71